Kader HMI Cabang Kolaka Utara Tantang BADKO HMI Sultra Buka Kajian Apresiasi PT Kasmar: Jangan Berhenti pada Klaim dan Seremoni

Kolaka Utara, Kolutgelap.my.id — Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kolaka Utara, Adrian Perdana Kusuma, menyatakan dukungan penuh terhadap sikap kritis yang ditunjukkan Ketua Bidang PAO HMI Cabang Kolaka Utara dalam merespons berbagai dinamika aktivitas pertambangan PT Kasmar Tiar Raya di Kabupaten Kolaka Utara. Minggu (21/06/2026).

‎Menurut Adrian, sikap yang ditunjukkan HMI Cabang Kolaka Utara merupakan wujud nyata dari independensi gerakan mahasiswa serta komitmen organisasi dalam menjaga nilai-nilai intelektualitas, keumatan, dan keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat.

‎"Saya mendukung penuh sikap Ketua Bidang PAO HMI Cabang Kolaka Utara yang secara konsisten mengedepankan nalar kritis, independensi gerakan, serta keberpihakan terhadap kepentingan rakyat dalam menyikapi berbagai isu pertambangan yang berkembang di daerah," ujar Adrian.

‎Menanggapi pernyataan Sekretaris Umum BADKO HMI Sulawesi Tenggara yang memberikan apresiasi terhadap PT Kasmar Tiar Raya, Adrian menilai bahwa setiap sikap kelembagaan harus dibangun di atas kajian yang komprehensif, objektif, dan tidak tergesa-gesa dalam memberikan legitimasi sosial kepada perusahaan, khususnya yang bergerak di sektor pertambangan.

‎Menurutnya, industri pertambangan merupakan sektor yang memiliki dampak langsung terhadap lingkungan hidup, kondisi sosial masyarakat, serta keberlanjutan pembangunan daerah, sehingga setiap penilaian harus didasarkan pada fakta yang utuh dan dapat dipertanggungjawabkan.

‎"Apresiasi tentu merupakan hal yang sah dalam ruang demokrasi organisasi. Namun HMI sebagai organisasi kaderisasi dan perjuangan intelektual tidak boleh berhenti pada narasi seremonial atau klaim sepihak. Setiap kesimpulan harus lahir dari proses kajian yang mendalam dan berbasis realitas lapangan," tegasnya.

‎Adrian menilai bahwa langkah HMI Cabang Kolaka Utara yang mendorong adanya dialog terbuka merupakan sikap yang tepat dan sejalan dengan tradisi intelektual yang selama ini menjadi identitas organisasi.

‎"Dibutuhkan ruang kajian yang lebih terbuka, dialog yang melibatkan berbagai elemen, serta verifikasi langsung terhadap kondisi lapangan agar setiap pernyataan yang dikeluarkan benar-benar mencerminkan realitas, bukan sekadar persepsi," katanya.

‎Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sikap kritis yang ditunjukkan HMI Cabang Kolaka Utara bukanlah bentuk penolakan terhadap investasi maupun pembangunan daerah, melainkan bagian dari tanggung jawab moral organisasi untuk memastikan setiap aktivitas industri berjalan sesuai prinsip keadilan, keberlanjutan lingkungan, dan kepentingan masyarakat luas.

‎"Sikap kritis merupakan bentuk tanggung jawab moral organisasi dalam menjaga marwah intelektual gerakan mahasiswa sekaligus memastikan bahwa setiap aktivitas industri tetap berada dalam koridor kepentingan masyarakat luas," ujarnya.

‎Karena itu, Adrian mendorong Sekretaris Umum BADKO HMI Sultra untuk membuka ruang dialog ilmiah dan transparan sebagaimana yang telah ditawarkan oleh Ketua Bidang PAO HMI Cabang Kolaka Utara.

‎"Saya berharap Sekum BADKO HMI Sultra dapat hadir dalam forum dialog terbuka yang telah diinisiasi. Ruang diskusi seperti ini penting untuk memperkuat perspektif bersama yang lebih utuh, berimbang, dan tidak menimbulkan multitafsir baik di internal organisasi maupun di tengah masyarakat," ungkapnya.

‎Menurut Adrian, Kolaka Utara yang saat ini terus berkembang sebagai daerah industri membutuhkan kehadiran organisasi mahasiswa yang tetap kritis, independen, dan konsisten mengawal kepentingan rakyat.

‎"Kolaka Utara membutuhkan sikap organisasi mahasiswa yang tidak hanya responsif terhadap isu-isu publik, tetapi juga berani bersikap kritis, independen, dan tetap berpihak kepada kepentingan rakyat secara menyeluruh. Itulah fungsi kontrol sosial yang harus terus dijaga oleh HMI," pungkas Adrian Perdana Kusuma.

Lebih baru Lebih lama