Ketua Bidang PTKP HMI Kolaka Utara Tantang Sekum BADKO HMI Sultra Dialog Terbuka: Jangan Hanya Puji Perusahaan dari Balik Rilis Media

Kolaka Utara, Kolutgelap.my.id — Pernyataan apresiasi yang disampaikan Badan Koordinasi (BADKO) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sulawesi Tenggara terhadap PT Kasmar Tiar Raya menuai respons tegas dari HMI Cabang Kolaka Utara. Minggu (21/06/2026).‎

Melalui Ketua Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan dan Pemuda (PTKP), Supriadi, HMI Cabang Kolaka Utara secara terbuka mengundang Sekretaris Umum BADKO HMI Sultra untuk hadir dalam forum dialog publik guna menguji dasar kajian yang digunakan dalam memberikan apresiasi terhadap perusahaan tambang tersebut.

‎Menurut Supriadi, setiap organisasi memiliki hak untuk menyampaikan pandangan dan sikapnya. Namun, penilaian terhadap aktivitas pertambangan tidak boleh dibangun hanya berdasarkan klaim sepihak, melainkan harus berlandaskan data yang objektif, kajian yang komprehensif, serta fakta-fakta yang terjadi di lapangan.

‎"Jika memang apresiasi itu lahir dari kajian yang komprehensif dan objektif, maka tidak ada alasan untuk menghindari ruang dialog terbuka. Kami mengundang Sekretaris Umum BADKO HMI Sultra untuk hadir bersama-sama menguji data, argumentasi, dan fakta di hadapan publik," tegas Supriadi.

‎Ia menilai hingga saat ini masih terdapat berbagai pandangan publik, kritik masyarakat, serta sejumlah pemberitaan yang menyoroti aktivitas pertambangan dan pengelolaan lingkungan di Kabupaten Kolaka Utara, termasuk yang berkaitan dengan PT Kasmar Tiar Raya.

‎Menurutnya, berbagai persoalan tersebut tidak bisa ditutupi hanya dengan narasi keberhasilan atau apresiasi sepihak tanpa adanya ruang pengujian yang terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.

‎"Jangan sampai kesimpulan besar tentang keberhasilan suatu perusahaan dibangun hanya dari kunjungan sesaat atau informasi yang terbatas. Persoalan pertambangan menyangkut lingkungan, masyarakat, dan masa depan daerah. Karena itu harus diuji secara terbuka," katanya.

‎Supriadi menegaskan bahwa HMI memiliki tradisi intelektual yang kuat dan tidak seharusnya membangun kesimpulan melalui perang opini atau saling klaim di media semata.

‎"Tradisi HMI adalah tradisi diskusi, tradisi kajian, dan tradisi adu gagasan. Kalau dasar apresiasi terhadap PT Kasmar memang kuat, mari dibuka kepada publik. Jika ada data yang berbeda, mari kita uji bersama secara ilmiah dan objektif," ujarnya.

‎Ia menjelaskan, forum dialog yang ditawarkan akan menjadi ruang terbuka untuk membahas berbagai aspek penting, mulai dari kondisi lingkungan, kontribusi sosial perusahaan, kepatuhan terhadap regulasi pertambangan, hingga berbagai persoalan yang selama ini berkembang di tengah masyarakat.

‎Lebih lanjut, Supriadi menegaskan bahwa undangan dialog tersebut bukan bertujuan menciptakan konflik internal organisasi, melainkan sebagai upaya menjaga marwah HMI agar tetap menjadi organisasi perjuangan yang kritis, independen, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.

‎"Kami tidak sedang mencari konflik dengan siapa pun. Kami sedang menjaga marwah organisasi agar tetap berpihak kepada kebenaran, kepentingan rakyat, dan kelestarian lingkungan. HMI tidak boleh kehilangan fungsi kontrol sosialnya," tegasnya.

‎Menurutnya, forum tersebut juga menjadi kesempatan bagi seluruh pihak untuk menyampaikan data dan pandangan secara berimbang di hadapan masyarakat, sehingga publik dapat menilai secara objektif kondisi yang sebenarnya.

‎"Kalau memang PT Kasmar telah menjalankan seluruh prinsip pertambangan yang baik sebagaimana diklaim, maka biarkan publik mendengar dan menilai sendiri. Namun jika masih ada persoalan yang perlu diperbaiki, maka itu juga harus menjadi perhatian bersama. HMI harus berdiri di garis terdepan dalam mengawal kepentingan rakyat, bukan sekadar menjadi penonton di tengah berbagai persoalan yang terjadi," pungkas Supriadi.

Report: Ramadhan 

Lebih baru Lebih lama