Akun Bodong Pemfitnah Mahasiswa di FKKU Mulai Terkuak, AMPERA-KU Sebut Sudah Kantongi Identitas Pelakunya

Serang Mahasiswa dengan Fitnah di FKKU, Identitas Akun “LSM Karatan” dan “Damar Wulan” Sudah Dikantongi oleh Aktivis AMPERA-KU

‎Kolaka Utara, Kolutgelap.my.id — Upaya bersembunyi di balik akun anonim tampaknya tidak lagi aman. Setelah berulang kali melontarkan tuduhan tanpa bukti dan menyerang reputasi aktivis mahasiswa di grup Facebook Forum Komentar Kolaka Utara (FKKU), pemilik akun-akun bernama LSM Karatan, Damar Wulan, dan sejumlah akun lain kini diduga telah teridentifikasi. Sabtu (16/05/2026).

‎Aliansi Mahasiswa Pemuda dan Masyarakat Kolaka Utara (AMPERA-KU) mengungkapkan bahwa mereka telah mengantongi identitas pihak yang diduga berada di balik akun-akun tersebut.

Informasi itu, menurut mereka, diperoleh dari informan yang dinilai kredibel dan mengetahui langsung siapa sosok yang selama ini bersembunyi di balik akun anonim tersebut.

‎Temuan ini menjadi perkembangan penting dalam polemik yang selama beberapa pekan terakhir menyita perhatian publik Kolaka Utara.

Sebelumnya, akun-akun tersebut aktif memposting dan menyebarkan tuduhan serius bahwa mahasiswa meminta uang hingga Rp20 juta kepada penambang pasir, menerima “uang koordinasi”, serta melakukan lobi-lobi demi kepentingan pribadi. Tuduhan tersebut dipublikasikan tanpa bukti yang dapat diverifikasi.

‎Nama yang paling sering diserang adalah Anwar dan Akbar Pelayati, mahasiswa yang dikenal pernah menyuarakan isu pertambangan ilegal dan penimbunan BBM di Kolaka Utara.

Dalam sejumlah unggahan, ia dituduh sebagai penggerak utama aksi sekaligus sosok yang diduga menerima keuntungan finansial dari kegiatan demonstrasi.

Tuduhan itu dinilai sebagai fitnah yang bertujuan merusak integritas gerakan mahasiswa.

‎Menurut AMPERA-KU, informasi mengenai identitas pemilik akun tidak diperoleh secara sembarangan. Data tersebut berasal dari sumber yang mereka yakini dapat dipertanggungjawabkan, lengkap dengan petunjuk yang mengarah pada lokasi tertentu di salah satu dusun dalam wilayah Kecamatan Lasusua.

‎“Kami sudah mengetahui siapa orang di balik akun LSM Karatan dan Damar Wulan. Informasi itu kami peroleh dari informan yang kredibel dan mengetahui langsung identitas mereka,” ungkap perwakilan AMPERA-KU.

‎Sebelumnya pihak AMPERA-KU juga menyatakan telah menempuh jalur hukum dengan melaporkan akun-akun tersebut, beserta admin FKKU yang diduga lalai dan melakukan pembiaran terhadap postingan bernada fitnah dan pencemaran nama baik.

‎Mereka menilai bahwa anonimitas selama ini telah digunakan sebagai tameng untuk menyerang orang lain tanpa tanggung jawab.

Namun di era digital, setiap unggahan meninggalkan jejak, dan setiap tuduhan tanpa dasar dapat menjadi bukti yang berbalik menjerat pelakunya.

‎Bagi AMPERA-KU, langkah ini bukan semata persoalan nama baik pribadi, tetapi juga bentuk perlawanan terhadap praktik pembunuhan karakter yang berupaya melemahkan gerakan mahasiswa.

Mereka menegaskan bahwa kritik adalah bagian dari demokrasi, tetapi fitnah dan tuduhan tanpa bukti tidak dapat dibenarkan.

‎Dengan identitas yang disebut telah dikantongi dan proses hukum yang sudah berjalan, AMPERA-KU menyatakan optimistis bahwa pihak yang selama ini merasa aman di balik akun bodong akan segera dimintai pertanggungjawaban atas seluruh jejak digital yang telah mereka tinggalkan.

‎Kolutgelap.my.id | Membongkar Fakta, Menyuarakan yang Terabaikan

Lebih baru Lebih lama